59 Orang Reaktif Rapid Test Massal di Pasar Tradisional

JEPARA – Sebanyak 59 orang dinyatakan reaktif dalam rapid test massal yang digelar di 12 titik pasar tradisional selama 2 hari terakhir. Untuk itu, kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus korona harus ditingkatkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jepara dr Fakhrudin, Sabtu (30/5/2020) melaporkan dari jumlah 603 orang yang diperiksa secara acak di 14 titik selama 2 hari, 59 orang (9,7 persen) dinyatakan reaktif. Sementara 544 orang (90,3 persen) negatif.

Pemeriksaan rapid test massal ini dilaksanakan selama 2 hari Jumat dan Sabtu, 29 dan 30 Mei 2020 di pasar-pasar tradisional.

“Hari Jumat kita laksanakan di Pasar Jepara 2 dan Pasar Lebak Kecamatan Pakisaji. Hasilnya 9 orang reaktif,” kata dia.

Sementara untuk hari ini, pemeriksaan dilakukan secara massal di Pasar Kalinyamatan, Kembang, Bugel, Mlonggo, Bangsri, Pecangaan, Ngabul. Selain itu Pasar Welahan, Donorojo, Batealit, swalayan Aneka Jaya Nalumsari, dan Balai Desa Mayongkidul. Masing-masing pasar diambil 50 orang untuk melakukan rapid test.

Jumlah reaktif terbanyak ditemukan di Pasar Kembang, sebanyak 28 orang reaktif dari 50 sampel yang diambil. Kemudian Pasar Kalinyamatan 6 orang, Pasar Ngabul 4 orang, dan Pasar Mlonggo 3 orang.

Untuk Pasar Bugel, Welahan, Mindahan, dan Balai Desa Mayong Kidul masing-masing 2 orang. Untuk pasar Pecangaan 1 orang. Sementara untuk 0 reaktif yaitu Pasar Bangsri, Donorojo dan Aneka Swalayan Nalumsari.

Bagi orang yang ditemukan reaktif akan menjalani isolasi mendiri serta dijadwalkan untuk melakukan pemerisaan swab yang waktunya telah di atur. “Pengawasan dan pengaturan isolasi mendiri akan dilakukan oleh satgas kecamatan dan desa yang semuanya melibatkan petugas medis Puskesmas, serta anggota Koramil dan Polsek setempat,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemkab Jepara menyediakan 1.200 alat yang digunakan untuk rapid test. Sebanyak 800 rapid test merupakan pengadaan dari APBD Jepara dan 400 lainnya merupakan bantuan. Kegiatan ini akan terus dilakukan di pusat-pusat keramaian di Jepara.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara Mulyaji menyampaikan, berdasarkan hasil rapat yang di pimpin Plt. Bupati Jepara pada hari Jumat (29/5/2020), kepada perusahaan modal asing (PMA), dan perusahaan berskala besar di Jepara wajib melakukan rapid test secara mandiri. Hal ini untuk menjamin kesehatan karyawannya terbebas dari Covid-19. “PMA dan perusahan berskala besar untuk mengikuti ini,” kata dia. (DiskominfoJepara/Dian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *